Day 2 Reporter Cilik Yogyakarta 2013

Sudah lama aku nggak melanjutkan pengalamanku ini. Oke, here we go!

Di hari ke-2 ini, ngenes banget. Perjalanan ke Kampung Dolanan membutuhkan waktu yang cukup lama dan panjang, eh, ini perjalananku lho, ya. Thats special moment, hihi...

Pagi-pagi, aku berangkat sekolah, tapi berbeda dari biasanya. Aku pergi ke sekolah menggunakan kaus berlorak-lorek warna merah dan putih, seperti warna bendera kita, ya! Sampai di sekolah, aku langsung menuju temanku, Putri, yang sudah sampai terlebih dahulu. Kami menunggu yang lain di pos satpam.

Saat itu, aku teringat sesuatu. Ya, ada sebuah tugas yang harus dikumpulkan hari itu juga. Karena aku sudah selesai dan ternyata kubawa, aku pun pergi menuju kelas dan menaruh tugas itu di loker sahabatku, Nuha. Untung saja tidak dikunci. Soalnya, aku males banget kalo ngumpulin terakhir, hehe...

Setelah kembali, aku sudah melihat seorang guruku yang akan membimbing dan temanku, Naufal, yang juga perwakilan seperti aku dan Putri. Setelah semuanya beres dan siap, kami pun langsung menuju mobil sekolah dan berangkat menuju Kampung Dolanan!

Perjalanan ke sana cukup memakan waktu yang lama dan panjang karena letaknya di Kabupaten Bantul. Di dalam mobil, kami saling bercerita dan bercanda ria.

Ternyata, supir kami bukan orang asli Yogya. Jadi, ia tak tahu seluk beluk tempatnya. Akhirnya, guruku pun sempat turun dan menanyakan letaknya, namun, tetap saja jawaban itu kurang membantu. Kami juga sempat panik karena acara akan segera dimulai. Untung saja guru kami telah menelepon salah seorang panitia dan dimaklumi.

--skip cerita, ya, ini aib, kay wkwk--

Akhirnya kita sampai juga di Kampung Dolanan walau sempat nanya salah ke satu sekolah juga, haha... Sayang banget, kami melewatkan permainan tradisionalnya, hiks. Jadi, pas kami sampai sana sudah pembagian kelompok.
aku ga ikut main:( ini mananya Rista
cuma tasku yang keliatan XD

Untung aja sahabatku di sana baik-baik. Ada yang namanya Rista dan Nisa. Mereka berdua langsung menyambutku dengan ramah. Ternyata, kami sekelompok (lagi).

Di sana, kita langsung diajarin buat wayang dari kertas.

bagus ya. tempatku mah apa atuh
Dan setelah bikin wayang dari kertas, kami pun diajak kakak kakak pembimbing ke sebuah tempat, lho! Pada nanya, mau ke mana, sih, sebenarnya? Oh, ternyata wawancara dengan seorang narasumber, guys. Setiap kelompok beda naramsumber :)

Kalau kelompokku, namanya Mbah Buwang. waktu tahun 2013 lalu, umurnya 65 tahun. Mungkin kalau sekarang sekitar 67 tahun. Mbah Buwang ini keren lho, kawan. Beliau membuat kerajinan kuda lumping, gamelan, pesawat-pesawatan, dan lain-lain. Biasanya, waktu pembuatannya membutuhkan seminggu. Ia ingin menjadi pengrajin lho, sejak kecil. Sayang sekali, nggak ada fotonya waktu kami mewawancarai beliau, hiks hiks..
aku cuma keliatan dikit. okesip.
Setelah itu, kita kembali ke tenda. Nggak cuma sampai di situ aja. Sampai sana, kita buat kitiran, yay!
Abis itu, kita ishoma. Terus maju buat pamerin(?) yel-yel kelompok. Aku sama Nisa diprotes karena kita nggak maju gara-gara telat sampai, hehe... 

Nah, selesai deh. Acara terakhir tinggal ajang perlombaan. Terus melukis tempat celengan sendiri dan evaluasi, hehe.... Dan nggak lupa, kita cekrek cekrek dulu yaaa! Sayang, aku nggak dapet foto bareng-barengnya:( see you!

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Novel Surprise in Hokkaido

Teenager World

Rindu